
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari koran yang biasa saya baca, yaitu JawaPos, saya mendapatkan berita mengenai penipuan di ATM. Sebenarnya berita2 mengenai penipuan ATM sudah sering saya dengarkan, akan tetapi pada kasus yang satu ini, saya baru saja membacanya. Oleh karena itu, saya ingin berbagi dengan seluruh masyarakat terutama yang mempunyai ATM agar lebih berhati2 apabila mengambil uang di ATM.
Salah satu kasus yang pernah saya baca adalah masuknya kartu ATM kedalam mesin ATM. Kartu yang telah masuk ini tidak dapat dikeluarkan lagi. Modusnya adalah menyelipkan sejenis plastik tipis kedalam tempat masuknya kartu ATM pada mesin ATM (slot kartu ATM). Dengan demikian, apabila kartu ATM akan dikeluarkan, kartu tersebut akan tersangkut pada plastik tersebut.
Ketika membaca koran JawaPos pada hari Sabtu, 20 September 2008, via online yang berjudul “Penipuan ATM Marak Lagi“ saya mengira kasusnya sama dengan yang pernah saya baca sebelumnya. Ternyata saya salah menduga, karena modus yg saya tersebut bagi saya merupakan hal yang baru. Modus tersebut adalah dengan menempelkan nomor Hotline palsu pada mesin ATM.
Seperti yang saya baca di JawaPos bahwa korban bermaksud untuk melakukan transaksi via ATM yang mana lokasi mesin ATM tersebut berada di ATM BCA di Giant Hypermarket, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Akan tetapi, ketika bermaksud untuk mengambil kartu ATMnya, kartu tersebut tdk mau keluar. Karena panik, maka korban langsung menelpon nomor hotline (031-60839384) yang tercantum pada mesin tersebut karena nomor tersebut berguna apabila ada masalah dengan mesin ATM.
Setelah tersambung dengan operator (tersangka .red) yang mengaku sebagai pegawai BCA, korban disuruh memberitahukan nomor rekening dan nomor PIN dari kartu ATM tersebut. Dengan rasa tanpa curiga, korban pun memberi keterangan sesuai yang diminta oleh petugas gadungan tersebut. Alhasil, keesokan harinya uang korban berkurang Rp 200juta.
Kepala Kantor Wilayah III BCA Joni Handriyanto menghimbau bahwa langkah pertama yang harus dilakukan ketika kartu ATM pelanggan tertelan adalah memblokir secepatnya melalui Halo BCA dengan nomor telepon 021-52999888. Apabila terdapat nomor selain itu, jangan mempercayainya.
Oleh sebab itu, saya mengajak kepada seluruh pengguna kartu ATM, baik BCA, BNI, Mandiri, dan yang lainnya untuk lebih berhati-hati ketika mengambil uang di ATM. Jangan terlalu mudah mempercayai terhadap orang yang tak dikenal. Sebenarnya himbauan seperti ini sudah banyak diserukan, namun banyak masyarakat yang kurang menanggapinya hingga menjadi korban penipuan.
Filed under: UMUM



